<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781042828715248021</id><updated>2012-02-16T20:39:59.701-08:00</updated><title type='text'>Mas Rully</title><subtitle type='html'>Assalaam, Pencinta, Cakrawala</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tetapbisatersenyum.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781042828715248021/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetapbisatersenyum.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mas Rully</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16250337274667668898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781042828715248021.post-5874880927855235888</id><published>2010-03-27T20:40:00.000-07:00</published><updated>2010-03-27T20:56:50.092-07:00</updated><title type='text'>Tetap Bisa Tersenyum di Assalaam 04</title><content type='html'>Jer Basuki Mawa Bea….2&lt;br /&gt;Antri dan sabar menanti. Dua kata itu yang super mudah buat diucap tapi  terkadang juga bikin ngelus dada, contohnya, biar airnya ngalir deras tapi yang mau pakai juga gak kalah banyak, otomatis kran dengan nomor urut bontot tinggal suara angin yang keluar. Hak monopoli penguasaan air sukses buat kran yang punya nomor urut 1 sampai  7 atau paling banter bisa sampai di kran nomer 10 (trus nasib kran yang ke 13, 14, dst jadi seperti apa ?) itu dengan catatan pompa airnya bebas dari batuk, lha kalo agak-agak ngadat dan ternyata pompa airnya bisa jual mahal, mana tahaaaan.. Jadi kalo ada santri yang hobi ngrendam cucian ya gak salah salah dia banget, bisa seribu satu alasan yang salah satunya ya pompa air yang ngadat. Semangat nyucinya udah semangat ’45, sabun udah ready di tangan, bambu runcing, tameng, masker gas, google night vision….halah kok jadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lebay&lt;/span&gt; !!, (ini cuma mo nyuci lo mas, bukan mo perang ke Lebanon..), dijamin semua itu langsung luntur alias kalah sebelum bertanding alias layu sebelum berkembang. Mo rendam baju ya sabaaar.., mo nyucinya juga harus sabaaar.., nunggu keringnya yaaa harus sabaaar.., urusan bersih juga harus saabaaar. Pernah suatu kali karena urusan air yang harus dibagi-bagi, ritual RCBJA (Rendam-Cuci-Bilas-Jemur-Angkat) yang sudah saya susun baik-baik jadi agak-agak ngaco atau karena saya terlalu mengandalkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wallohu ‘alam bisshowaab&lt;/span&gt; atau bisa jadi karena hukum karma, ceritanya saya lupa angkat baju kering gara-gara emosi nunggu perbaikan pompa air yang makan waktu sampai satu jam !. Saya lupa angkat baju yang mungkin (skali lagi mungkin..) sudah kering, dan kalo memori saya gak salah, baju itu sudah saya jemur 3 hari yang lalu, kok seragam sekolah saya ngilang dan kabel kawat jemurannya putus !(hukum karmanya karena saya juga pernah mutusin kawat jemuran karena udah gak kuat lagi meras handuk sama seprei), &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wih&lt;/span&gt;, ini pasti ada yang gak beres. Tiap sudut tempat jemuran sudah saya susuri tapi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kok&lt;/span&gt; ya masih belum ketemu sama baju seragam sekolah itu, akhirnya sesuai dengan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) yang saya buat sendiri dan untuk saya sendiri tanpa melibatkan pihak manapun, baju itu saya nyatakan hilang ! Selanjutnya apa ya terus emosi, mutusin semua kawat jemuran atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nggosob&lt;/span&gt; baju lain ??, sabar mas, sabaaar.. Urusan mandi juga sama aja, kalo semua bilik mandi yang ala Vietnam udah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;fully booked&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;no seat&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;available&lt;/span&gt; sementara yang diluar bilik mandi dengan segala &lt;span style="font-style:italic;"&gt;reservoir activities&lt;/span&gt; nya juga seabreg ya harus sabaaar, kalo di reservoir urusan gantian pemakaian airnya masih mendingan, tinggal teriak aja, “woi, gantian dong airnya..”, dan pasti jadi pada pengertian, lah kalo di kamar mandi yang tertutup rapat dengan bak dan lantai yang udah di keramik, mo teriak ya bodo amit toh &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ana&lt;/span&gt; gak tau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;antum&lt;/span&gt; mandinya di kamar mandi nomor berapa. Jadi kalo urusan mandi, pondok Assalaam udah nyediain dua tempat yang berbeda bentuk dan manfaatnya, yang satu ala Vietnam, terbatas untuk mandi tanpa mengikutsertakan gejolak metabolisme perut, satunya lagi ya seperti kamar mandi pada umumnya, dimana &lt;span style="font-style:italic;"&gt;user&lt;/span&gt; bebas untuk update status, upload foto, ngasih komen, dan lain-lain &lt;span style="font-style:italic;"&gt;but&lt;/span&gt; untuk jatah air ya tetep sama. Ada satu kebiasaan monopoli air yang dulu waktu saya masih &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nyantri&lt;/span&gt; sering dilakukan di kamar mandi tipe ke dua, jadi modal kita selang yang muat untuk mulut kran, trus kita sedot airnya pake mulut dan sim salabim, air yang keluar bisa lebih gede dari kamar mandi lain yang gak pake trik seperti ini, trus dikhususkan kamar mandi yang tadi udah kita selang dan sedot airnya hanya boleh dipakai sama teman-teman satu kamar, kejamnya. Sorry prend, bukan niat mau kejam, ini namanya kebutuhan prend, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;antum&lt;/span&gt; boleh-boleh aja mandi di tempat kami tapi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;antum&lt;/span&gt; harus antri paling bontot…Apa ya terus emosi, atau malah lebih milih gak mandi, masih sukur saya masih dapat giliran  meskipun paling terakhir dan pas saya mandi la kok air malah mati alias gak ngalir !, sabar mas, sabaaar… Dalam benak saya mungkin ya seperti ini yang dinamakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jer&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Basuki Mawa Bea&lt;/span&gt;, kalo mau enak dan mandi dengan air melimpah, ya  harus berkorban dulu (pake usaha prend..) dan (kalo perlu) ngorbanin orang lain, hahahaha….please jangan ditiru, saya pernah jadi korbannya, sumpah ini sekedar cerita dan semoga tetap bisa tersenyum meskipun tetap sedikit dhuongkol, sabar mas, sabaaar…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781042828715248021-5874880927855235888?l=tetapbisatersenyum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetapbisatersenyum.blogspot.com/feeds/5874880927855235888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetapbisatersenyum.blogspot.com/2010/03/tetap-bisa-tersenyum-di-assalaam-04.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781042828715248021/posts/default/5874880927855235888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781042828715248021/posts/default/5874880927855235888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetapbisatersenyum.blogspot.com/2010/03/tetap-bisa-tersenyum-di-assalaam-04.html' title='Tetap Bisa Tersenyum di Assalaam 04'/><author><name>Mas Rully</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16250337274667668898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781042828715248021.post-4204353907800947631</id><published>2010-03-19T07:58:00.000-07:00</published><updated>2010-03-19T09:24:24.643-07:00</updated><title type='text'>Tetap Bisa Tersenyum di Basuki</title><content type='html'>Wuadhuh biyung…..&lt;br /&gt;Konsep hidup yang bilang muda kaya raya, tua foya foya, trus mati mak nyus masuk sorga  atau yang penting cukup, cukup buat beli Ferrari, cukup buat beli apartemen, cukup buat tujuh ratus tujuh puluh tujuh turunan, siapa yang gak mau ?!., tapi ternyata semua itu kok ya bisa diwujudkan dan memang ada yang bisa dilakukan biar bisa kaya raya, foya foya dan masuk sorga. Sebelumnya, yuk, coba kita balik ke waktu kita masih imut, balik ke waktu kita dulu sering &lt;span style="font-style:italic;"&gt;digadang-gadang&lt;/span&gt; orang tua buat jadi dokter, insinyur, atau polisi. 14-12-1975, jamnya lupa, ada yang bilang subuh, saya muncul di panggung sandiwaranya mas Achmad Albar. Saya lahir lengkap dengan sarana dan prasarana yang sudah satu paket dari gusti Alloh. Di sekeliling saya ada ibu, simbah yang masih lengkap dari ke dua keluarga orang tua, dan bulik-bulik yang siap menyambut tangis, ompol, dan beol saya. Saksi mata, ibu saya, bilang kalo pas keluarnya sang jabang bayi, saya langsung dicengkiwing, tubuh kecil saya dibalik, jadi kaki di atas dan kepala di bawah sama pak dokter yang membantu proses keluarnya, katanya itu salah satu terapi biar dahak saya keluar, jadi keluar atau tidak ya silakan tanya sama ibu. Tangis saya luar biasa, kenceng banget, ya iyalah lagi enak-enaknya di rahim kok terus mak pecothot disuruh atau dipaksa keluar. Saya lahir di Jogja, kota Gudeg, kota pelajar, kotanya Sri Sultan Hamengku Buwono. “Wah bayi sehat !”, urai ibu saat itu. Kok sehat piye to ?! lha wong nangis sampai merah kok dibilang sehat. Baru saya tahu kalo bayi lahir terus nangis dengan nada sopran tinggi merupakan ciri bayi dengan jantung yang sehat (eureka !, 1).  Waktu berjalan, sekolah TK dekat rumah, TK Bustanul Athfal, Karang Kajen. Sekolah SD nya di SD Muhammadiyah dekat Pasar Telo (sentra ubi). Pas di sekolah SD inilah umumnya anak laki-laki yang dulu saya tahunya karena diwajibkan oleh agama yang saya anut sampai sekarang, harus disunat tititnya. Walah, ada yang nakutin katanya pake pisau dapur, pake golok. Ada juga yang bilang seperti digigit semut, semutnya segede kucing ! tapi ada juga yang menghibur, mau dibeliin sepeda, game watch (kalo sekarang PSP, Portable Sony Playstation), baju baru dan lain-lain. Kok ya pas lo, saya memang pingin punya sepeda, sepeda balap. Hari H nya tiba, tamu-tamu sudah datang, tinggal nunggu mantri sunatnya. Keringetan sudah pasti, deg-degan apalagi. Halah, ini dia mantra sunatnya. Apa gak bisa di cancel aja to pak ? atau besok- besok aja deh. Cress, akhirnya, siapa bilang gak sakit, siapa bilang cuma kayak digigit semut, hampir seminggu senut-senut, mau jalan harus cincing sarung, mau mandi tititnya yang masih dibungkus perban harus ditutupi rantang biar gak kena air, hayo lo, guwa bilangin mak guwa lo….Meskipun demikian, akan tetapi… (alm. Pak Timbul, Ketoprak Humor, mode on), dua ratus ribu ditangan jaman dulu, wih selangit rasanya, dan sepeda balap yang kinclong-kinclong warna hitamnya bikin senut-senut tak terasa lagi. Jadi besok-besok kalo ada yang tanya sunat itu rasanya seperti apa, ya seperti pegang duwit dua ratus ribu rupiah, kalo sekarang mungkin ya dua juta rupiah, mungkin..dan seperti pegang sepeda balap baru (eureka !, 2). Dari 2 eureka diatas kalo mau ditarik benang merahnya dengan kaya raya, foya-foya, dan masuk sorga, ya mari kita sambut kesulitan, cobaan, hambatan, angin kehidupan yang super duper gedenya, hujan badai kehidupan yang menggulung dengan tetap bisa tersenyum, tata pikir, tabah hati, dan tekun laku. Kalo sampean-sampean yakin 1500% bisa narik pesawat, apa salahnya minta ijin ke Bandara Soekarno-Hatta buat membuktikan, yakin 1300% bisa merobohkan pohon angker dengan sekali tebas, yang jelas kalo minta ijin juru kuncinya asal syarat perut bisa ok berarti tinggal duel sama demitnya. Mau kaya raya, pasti suatu saat sampean-sampean harus rekoso yang super duper, harus nangis yang super kenceng, terus kalo mau foya foya pasti suatu saat sampean-sampean harus super duper ngumpulin duwitnya, dan terakhir kalo mau masuk sorga ya sampean-sampean harus siap dengan ujian hidup yang super duper. Jadi ya selamat datang kesulitan, I will welcome you baby….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781042828715248021-4204353907800947631?l=tetapbisatersenyum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetapbisatersenyum.blogspot.com/feeds/4204353907800947631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetapbisatersenyum.blogspot.com/2010/03/tetap-bisa-tersenyum-di-basuki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781042828715248021/posts/default/4204353907800947631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781042828715248021/posts/default/4204353907800947631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetapbisatersenyum.blogspot.com/2010/03/tetap-bisa-tersenyum-di-basuki.html' title='Tetap Bisa Tersenyum di Basuki'/><author><name>Mas Rully</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16250337274667668898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781042828715248021.post-5599487954886762784</id><published>2010-03-19T07:40:00.000-07:00</published><updated>2010-03-19T09:36:31.961-07:00</updated><title type='text'>Tetap Bisa Tersenyum di Assalaam 03</title><content type='html'>&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Jer Basuki Mawa Bea…#1&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ya harap maklum, &lt;i style=""&gt;lha&lt;/i&gt; yang butuh banyak, apalagi kalo bukan air. Coba dibayangin, satu kamar isi 20 orang kali 32 kamar. Sekian orang mau mandi, sekian orang mau wudlu, sekian orang mau ini dan itu, belum lagi kalo ada yang mau nyuci baju, maka bersikap adillah. Soal nyuci, karena pesaingnya banyak ya harus pinter-pinter ngatur waktu. Bagi yang rajin, istirahat jam pelajaran jadi jadwal wajib buat “olah raga” memperbesar otot sekitar lengan alias ngucek di reservoir, jadi bisa tiap hari nyuci dengan jumlah sedikit yang penting beres dan gak ada tanggungan trus jemur bajunya juga gak keteteran. Itu bagi yang rajin dan memang hobi ngucek, buat yang agak-agak slow but sure alias &lt;i style=""&gt;alon-alon waton kelakon&lt;/i&gt; (yang penting nyuci dan sesempatnya saja…), sumpah cocok banget buat jadi kuli cucian. Biasanya yang seperti itu santri yang agak-agak slebor, pokoknya okelah kalo begitu… Bawaanya ember hitam besar, tumpukan baju dan daleman yang mungkin sudah berapa hari tertumpuk diatas lemari/loker, sabun detergent yang sukur sukur beli sendiri. Dan alhamdulillaah gusti Alloh itu kok ya menciptakan manusia lengkap dua kaki dan dua tangan, jadi giliran ngucek tangan selesai, saraf-saraf di otak kemudian bekerja dan meneruskan sinyal-sinyal itu ke&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;kaki !!, “duhai ke dua kakiku yang kuat, tolong dong bantu meringankan kerja tangan”, kira-kira isi sinyalnya berbunyi seperti itu dan eureka !! &lt;i style=""&gt;nyemplung&lt;/i&gt;lah ke dua kaki ikut meremas-remas celana panjang, selimut, sarung, kaos, hem, handuk, kolor, dll dan terima kasih buat sabun yang busanya bisa &lt;i style=""&gt;ndlewer&lt;/i&gt; kemana-mana. Terus apa berhenti sampai disitu, ya nggak lah, urusan jemur baju bisa jadi tantangan baru untuk menuntaskan cucian tadi. Jadi di reservoir itu ada tempat jemur baju dari kawat besi, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;panjang kira-kira 20 m dengan tiang penyangga yang juga dari besi. Tempat ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jadi alternatif buat jemur baju sekalian perasnya, tapi ada juga &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;teman saya yang asal jemur tanpa diperas, jadi urusan keringnya kapan ya &lt;i style=""&gt;wallahu alam bi showab&lt;/i&gt;, alasannya kalo otot lengan sudah tak sekuat waktu nyuci &lt;i style=""&gt;mosok&lt;/i&gt; mau dipaksa juga, slow aja men… . Nah buat yang sedikit atau sepersekian bandel, urusan meras handuk tebal, seprei gede jawabannya ada di bentangan kawat besi tadi, jadi handuk atau seprei &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;diselempangkan ke kawat terus ujung-ujungnya ditarik kebawah trus diputar sampai titik perasan air terakhir, resikonya, kawat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dijamin putus dari penyangga plus jemuran yang entah punya siapa berjatuhan, yang penting beres. Tipikal santri yang &lt;i style=""&gt;alon-alon waton kelakon&lt;/i&gt; dalam urusan nyuci juga beda-beda, ada yang langsung dicuci biar kata cucian segunung, ada juga yang &lt;i style=""&gt;slower&lt;/i&gt; atau &lt;i style=""&gt;the slowest&lt;/i&gt;, gayanya aja yang sok mau nyuci. Buka kran, nampung air di ember, taruh detergent sampai berbuih, trus direndam dengan alasan ntar aja lah nyucinya, &lt;i style=""&gt;ana&lt;/i&gt; mau belajar dulu !!. &lt;i style=""&gt;Well, &lt;/i&gt;mending kalo terus ingat sama apa yang udah direndam, kalo ternyata Alloh baru ngasih hidayah ingat rendaman cuciannya dua hari kemudian, dijamin tetap berbusa, bau asam nitrat, dan seperti ada lumutnya, cocok buat tempat ternak belut, tapi kok ya tetep dicuci lo ??! halah…. &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781042828715248021-5599487954886762784?l=tetapbisatersenyum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetapbisatersenyum.blogspot.com/feeds/5599487954886762784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetapbisatersenyum.blogspot.com/2010/03/tetap-bisa-tersenyum-di-assalaam-03.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781042828715248021/posts/default/5599487954886762784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781042828715248021/posts/default/5599487954886762784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetapbisatersenyum.blogspot.com/2010/03/tetap-bisa-tersenyum-di-assalaam-03.html' title='Tetap Bisa Tersenyum di Assalaam 03'/><author><name>Mas Rully</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16250337274667668898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781042828715248021.post-8840733766882068276</id><published>2010-03-11T08:54:00.000-08:00</published><updated>2010-03-11T09:04:34.650-08:00</updated><title type='text'>Tetap Bisa Tersenyum Dab</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pencinta………..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lakon sinetron jaman doeloe dan mungkin sekarangpun masih ada, yang bercerita tentang ketidakmampuan, &lt;i style=""&gt;keterpepetan, &lt;/i&gt;membangun mimpi, &lt;i style=""&gt;nggayuh lintang&lt;/i&gt; biasanya sarat dengan doa. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; secuil lakon yang sampai sekarang masih saya ingat plus isi curahan hati kepada Sang Pencintanya, ini kalo gak salah lo ya, “&lt;i style=""&gt;Le&lt;/i&gt; gusti Alloh itu tidak &lt;i style=""&gt;sare&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;yen&lt;/i&gt; kamu pingin jadi &lt;i style=""&gt;uwong&lt;/i&gt; jangan sampai lupa sama Yang Di Atas”, adegan selanjutnya si Le tadi terus komat kamit ngucap ajian Serat Jiwa…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ya Tuhan, trima kasih atas segala yang telah Engkau gariskan dan Engkau tetapkan. CintaMu tak berbatas, kasihMu tak berbatas, kemuliaanMu tak berbatas, kebesaranMu tak berbatas, keberadaanMu tak berbatas, kesempurnaanMu tak berbatas. Sungguh tidak ada kesia-sia an atas segala apa yang telah paduka ciptakan dan hamparkan demi makhluk dengan sebaik-baiknya bentuk. CintaMu jauh diatas murkaMu, sayangMu melebihi ancamanMu..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ya Tuhan Yang Maha menguasai hati, Engkau yang berkuasa atas kegelisahan, kegundahan, dan ketakberdayaan hati, Engkau Yang Maha menjungkirbalikkan selubung hati, Engkau yang senantiasa menghempaskan hati agar selalu towaf dalam pencarianMu..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Rasa hampaku pada puncaknya, rasa kehilanganku pada puncaknya, ketakberdayaanku pada puncaknya, lemahku pada puncaknya..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bukan aku elak dari semua yang telah Engkau berikan, bukan aku ingkar dari semua yang telah Engkau coba tunjukkan. Aku bersyukur atas semuanya..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Rentangan waktu aku berada dalam jalanMu, rentangan waktu aku berada dalam seujung jari kelingking nikmatMu..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kiranya aku hanya bersandar atas semua yang masih Engkau simpan, hanya kepada Mu aku berserah atas apa yang nanti akan Engkau berikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Amiin kali se milyar trilyun.....&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781042828715248021-8840733766882068276?l=tetapbisatersenyum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetapbisatersenyum.blogspot.com/feeds/8840733766882068276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetapbisatersenyum.blogspot.com/2010/03/tetap-bisa-tersenyum-dab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781042828715248021/posts/default/8840733766882068276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781042828715248021/posts/default/8840733766882068276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetapbisatersenyum.blogspot.com/2010/03/tetap-bisa-tersenyum-dab.html' title='Tetap Bisa Tersenyum Dab'/><author><name>Mas Rully</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16250337274667668898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781042828715248021.post-7656015115425297200</id><published>2010-03-09T20:00:00.000-08:00</published><updated>2010-03-19T09:32:30.335-07:00</updated><title type='text'>Tetap Bisa Tersenyum di Assalaam 02</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Akhirnya....&lt;br /&gt;Jadi mulai hari yang telah ditentukan saya resmi menjadi murid Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam. Saya menempati kamar yang muat untuk 20 puluh siswa dan semuanya laki-laki, ya iyalah laki-laki semua masak mau digabung dengan yang siswa putri, bukan pondok namanya. Kamar itu biasa disebut dengan KPA yang sampai sekarang saya tidak tahu apa kepanjangannya, Kamar Putra kah atau Kamar Dua Puluh Putra kah ? entah mana yang pas, yang jelas benar semua, isinya dua puluh dan laki-laki semua. Selang waktu, akhirnya orang tua saya pulang dengan segudang harapan semoga anaknya jadi lebih baik dan mandiri (wuih selangit, amin ya Allah). "Saya Wildan, mas siapa namanya dan dari mana ?", pertanyaan pertama yang saya lontarkan. Dia bilang dari Cialacap dan maaf saya lupa mengingat nama kawan itu. Setelah ber cas-cis-cus tak terasa sore tiba dan waktunya mandi. Sepertinya seru karena ngebayangin ratusan orang yang sudah pasti berkebutuhan sama di saat yagn sama juga dan terbukti !!. Dulu, tempat mandi ala Vietnam itu (kenapa ala Vietnam-meskipun saya sama sekali belum pernah ke Vietnam-ntar aja critanya, ok) jadi satu dengan tempat wudlu, nyuci baju, nyuci piring, ngejemur baju. Tempat itu jadi salah satu tempat bersosialisasi atau bahasa kerennya community centre atau biasa disebut dengan "Reservoir". Tempat dimana kita harus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tepo seliro&lt;/span&gt; karena masing-masing harus berbagi kran dan air, bersatu kita nyuci atau malah air mati sekalian.. . Mengapa disebut "RESERVOIR" ? karena pas di tengah community centre itu ada tempat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nyimpen &lt;/span&gt;air, tong super guede dengan cat coklat dan tulisan RESERVOIR berwarna putih. Jadi kalo ada yang bilang mau ke reservoir ya silakan ditebak dan gampang ditebak, kalo dia bawa ember besar dengan setumpuk baju di dalamnya berarti mau nyuci baju, kalo dia bawa nampan tempat makan dan cangkir berarti mau nyupan (nyuci nampan, bukan nyupir, nyuci piring karena memang gak ada piring), kalo bawa gayung lengkap dengan peralatan tempur berarti mo mandi, kalo gak bawa apa-apa sambil siul dan jalan setengah berlari mungkin desakan kandung kemih yang sudah tida bisa ditahan alias cuma mau pipis atau udah terjangkit virus HIV (Hasrat Ingin Vivis, maksa dikit he..he). Balik ke mandi ala Vietnam, jadi di sisi kanan dan kiri reservoir ada bangunan tembok persegi panjang terbuka dengan panjang kira-kira 20 m, dibuat bersekat tembok setinggi kepala bocah SMP, istilahnya bilik mandi lengkap dengan pancuran atau shower, penutupnya tirai kain yang karena sudah seringnya kena panas, hujan, dan air mandi, bagian bawahnya jadi jamuran (please jangan dibayangin !). Masing-masing bilik hanya untuk satu orang, kalo kepepet ya bisa buat ber dua atau ber tiga, maksa dikit. Jumlah bilik kira-kira ada sepuluhan, mau mandi sambil nyanyi boleh, sambil pidato boleh, sambil nangis boleh (karena mungkin kangen rumah dan malu seandainya ketauan nangis di kamar), sambil ngobrol juga ok dan karena masing-masing bilik terbuka, satu sabun bisa berpindah-pindah dan berlompatan dari satu bilik ke bilik lain karena ada yang lupa bawa sabun (saya jamin belum ada yang berbagi sikat gigi, kecuali dia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nggosob&lt;/span&gt; sikat gigi orang). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well, &lt;/span&gt;sesuai fungsi dan aturannya yang wajib diketahui, dipahami, dan dilaksanakan oleh masing-masing santri, bilik mandi itu khusus buat mandi dan pipis. Lah pernah suatu kali saya mau mandi, saya lihat ada bilik yang kosong, dan air pancuran lagi deras-derasnya, wih bakalan seger, eee kok ya ada yang sempat-sempatnya menaruh sisa metabolisme perutnya di tempat itu, walah sueger bener #$%@?!!, audzubillah syaithon...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781042828715248021-7656015115425297200?l=tetapbisatersenyum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetapbisatersenyum.blogspot.com/feeds/7656015115425297200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetapbisatersenyum.blogspot.com/2010/03/tetap-bisa-tersenyum-di-assalaam_09.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781042828715248021/posts/default/7656015115425297200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781042828715248021/posts/default/7656015115425297200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetapbisatersenyum.blogspot.com/2010/03/tetap-bisa-tersenyum-di-assalaam_09.html' title='Tetap Bisa Tersenyum di Assalaam 02'/><author><name>Mas Rully</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16250337274667668898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781042828715248021.post-7897063617468324467</id><published>2010-03-08T05:16:00.000-08:00</published><updated>2010-03-19T09:28:36.608-07:00</updated><title type='text'>Tetap Bisa Tersenyum di Assalaam 01</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;19 tahun yang lalu..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saya terpikir dan akhirnya bisa mewujudkan apa yang melintas di otak, rasanya seperti ada yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngithik-ithik &lt;/span&gt;(menggelitik) isi kepala saya untuk sekedar berbagi secangkir teh, mengenang teman-teman Madrasah Tsanawiyah (sederajat SMP) di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam. Pertemuan dengan pondok itu berawal dari ibu yang ingin menjauhkan saya dari keributan antara saya dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;simbah putri&lt;/span&gt;, ribut banget ya tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wong &lt;/span&gt;masih SMP dan masih ingusan, paling-paling rebutan sirih, eh gak ding.. . Satu hal yang mungkin jadi penyebabnya adalah karena rumah yang saya dan ibu tempati secara de facto dan de yure adalah milik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;simbah putri &lt;/span&gt; saya, jadi istilahnya kami ini seperti penumpang gelap. Pernah suatu hari saya nangis dan bilang ke ibu, "bu nanti kita beli rumah sendiri". Setelah semuanya berlalu, bagaimanapun juga  sembah bakti kepada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;simbah putri &lt;/span&gt;yang telah membesarkan saya. Kembali ke cerita, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ndilalahnya &lt;/span&gt;saat itu ibu saya lagi repot-repotnya menyusun dan memantapkan karir sebagai pengajar. Oiya, ibu saya adalah seorang guru bahasa Inggris di SMA Negeri 4 Surakarta dan sekarang sudah pensiun. Jadi untuk sekedar meredakan tensi, demi proses pacta gencatan senjata, dan agak sedikit melapangkan isi rumah akhirnya sepakat untuk mendaftar di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam. "Ora sah adoh-adoh tekan ngGontor le, gen aku iso kerep tilik awakmu" (gak usah jauh jauh ke Gontor, biar ibu bisa sering melihatmu), kira kira artinya seperti itu waktu ibu berpesan kepada saya. Saya tidak mempunyai bayangan sama sekali pondok pesantren itu akan seperti apa, tetapi demi terciptanya aturan negara yang lebih baik, saya ikuti pesan ibu dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;iming-iming &lt;/span&gt;nanti saya bakal punya banyak teman dan satu hal adalah ibu saya akan memberi ijin buat jalan jalan ke Jakarta apabila saya lulus dan diterima jadi murid pondok. Waow...Jakarta, rasanya selangit, persis Ipin Upin ngebayangin buka puasa...  &lt;/span&gt;Akhhirnya setelah serangkaian fit and proper test dijalani, saya dinyatakan sah sebagai calon murid di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam dan berhak untuk menimba ilmu ditempat itu, Jakartaaaaaa....I'm comming !!. Buat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;simbah putri, &lt;/span&gt;mohon doa restu, cucunda mau menuntut ilmu...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781042828715248021-7897063617468324467?l=tetapbisatersenyum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetapbisatersenyum.blogspot.com/feeds/7897063617468324467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetapbisatersenyum.blogspot.com/2010/03/tetap-bisa-tersenyum-di-assalaam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781042828715248021/posts/default/7897063617468324467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781042828715248021/posts/default/7897063617468324467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetapbisatersenyum.blogspot.com/2010/03/tetap-bisa-tersenyum-di-assalaam.html' title='Tetap Bisa Tersenyum di Assalaam 01'/><author><name>Mas Rully</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16250337274667668898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
