19 tahun yang lalu..

Saya terpikir dan akhirnya bisa mewujudkan apa yang melintas di otak, rasanya seperti ada yang ngithik-ithik (menggelitik) isi kepala saya untuk sekedar berbagi secangkir teh, mengenang teman-teman Madrasah Tsanawiyah (sederajat SMP) di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam. Pertemuan dengan pondok itu berawal dari ibu yang ingin menjauhkan saya dari keributan antara saya dengan simbah putri, ribut banget ya tidak wong masih SMP dan masih ingusan, paling-paling rebutan sirih, eh gak ding.. . Satu hal yang mungkin jadi penyebabnya adalah karena rumah yang saya dan ibu tempati secara de facto dan de yure adalah milik simbah putri saya, jadi istilahnya kami ini seperti penumpang gelap. Pernah suatu hari saya nangis dan bilang ke ibu, "bu nanti kita beli rumah sendiri". Setelah semuanya berlalu, bagaimanapun juga sembah bakti kepada simbah putri yang telah membesarkan saya. Kembali ke cerita, ndilalahnya saat itu ibu saya lagi repot-repotnya menyusun dan memantapkan karir sebagai pengajar. Oiya, ibu saya adalah seorang guru bahasa Inggris di SMA Negeri 4 Surakarta dan sekarang sudah pensiun. Jadi untuk sekedar meredakan tensi, demi proses pacta gencatan senjata, dan agak sedikit melapangkan isi rumah akhirnya sepakat untuk mendaftar di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam. "Ora sah adoh-adoh tekan ngGontor le, gen aku iso kerep tilik awakmu" (gak usah jauh jauh ke Gontor, biar ibu bisa sering melihatmu), kira kira artinya seperti itu waktu ibu berpesan kepada saya. Saya tidak mempunyai bayangan sama sekali pondok pesantren itu akan seperti apa, tetapi demi terciptanya aturan negara yang lebih baik, saya ikuti pesan ibu dengan iming-iming nanti saya bakal punya banyak teman dan satu hal adalah ibu saya akan memberi ijin buat jalan jalan ke Jakarta apabila saya lulus dan diterima jadi murid pondok. Waow...Jakarta, rasanya selangit, persis Ipin Upin ngebayangin buka puasa... Akhhirnya setelah serangkaian fit and proper test dijalani, saya dinyatakan sah sebagai calon murid di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam dan berhak untuk menimba ilmu ditempat itu, Jakartaaaaaa....I'm comming !!. Buat simbah putri, mohon doa restu, cucunda mau menuntut ilmu...

date Senin, 08 Maret 2010

0 komentar to “Tetap Bisa Tersenyum di Assalaam 01”

Leave a Reply: